Selasa, 17 Mei 2016

SOFTWARE TATA TERTIB SISWA SEKOLAH FORMAL

SOFTWARE TATA TERTIB SISWA SEKOLAH FORMAL + SMS KE ORANG TUA WALI MURID OTOMATIS

SOFTWARE TATA TERTIB SISWA SEKOLAH FORMAL + SMS KE ORANG TUA WALI MURID OTOMATIS

SOFTWARE TATA TERTIB SISWA SEKOLAH FORMAL
Software Tata Tertib Siswa SEKOLAH FORMAL adalah perangkat lunak yang bermanfaat guna kebutuhan di bagian administrasi tata tertib siswa siswa yang terdiri dari featur guna merekam pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dengan berbagai featur lain yang menyertainya dan sudah support sms gatewai guna sms otomatic ke orang tua, wali kelas, dan siswa juka terjadi pelanggaran.
Berikut ini kami definisikan fitur yang tersedia:

TATA TERTIB 
Digunakan guna merekam pelanggaran siswa. Kronologinya: Data siswa yang melanggar tata tertib siswa diketikkan nomor induknya maka otomatic akan muncul data detail siswa tersebut dan saldo poin siswa juga akan muncul. Lalu dimasukkan kode pelanggarannya, maka penjelasan pelanggaran, jumlah pelanggaran dalam satu kategori, jumlah pelanggaran keseluruhan dan saldo poin baru siswa akan nampak. Lalu disimpan, maka data pelanggaran siswa tersebut akan tercatat dalam basis data yang dapat dicetak dalam bentuk laporan maupun dalam bentuk lembaran nota. Data dapat dieksport ke Ms Excel. Jika di komputer/laptop tersebut dipasang modem guna sms gatewai, maka akan auto sms data pelanggaran ke siswa, wali kelas dan orang tua.

Contoh SMS:

+6285646585000
SMKN1KotaAnda
11-01-2016 11:11:01

01189/00081.064
Aditya Annan

P1.1
Datang terlambat dari

P1.1X
Diberi peringatan oleh
Poin:5
Saldo Poin:5

Jika nomor HP siswa, wali kelas, orang tua terdata di database, maka sms tersebut dikirim 3 kali ke masing-masing pihak tersebut.
CEK SALDO POIN
Siswa, orang tua, wali kelas atau siapapun dapat dengan mudah cek saldo poin siswa cukup dengan sms ke nomor hp server tata tertib siswa. Formatnya adalah:

CEKPOIN#noinduk
atau
POIN#noinduk
Misal, seseorang tertarik mengetahui saldo poin dengan nomor induk: 01202/00094.064
Maka sms-nya kami definisikan sebagai berikut: cekpoin#01202/00094.064 atau poin#01202/00094.064
Contoh balasan sms-nya kami definisikan sebagai berikut:

+6285646585000
SMKN 1KotaAnda
11-01-2016 11:38:18

NIS: 01202/00094.064
Nama: AUDY CHOIRUZ ZAMANI
Saldo Poin: 5

Link download: http://indoaplikasi.com/software/software-tata-tertib-sekolah-(tatib-1a).zip
Link informasi produk: http://indoaplikasi.com/software-tata-tertib-sekolah-(tatib-1a).php




VIDEO SOFTWARE TATA TERTIB SISWA SEKOLAH FORMAL























































Free Download gratis software tata tertib siswa sekolah formal program aplikasi database versi trial percobaan belum full version bukan bajakan crack patch keygen hack sniffing bobol jebol kode aktivasi serial number.
Artinya begini:
software tata tertib siswa sekolah formal yang kami sediakan bisa didownload versi trialnya secara gratis tanpa kami kenakan biaya.
Versi trial software tata tertib siswa sekolah formal hanya untuk percobaan apakah menu yang ada sesuai apa tidak dengan kebutuhan.
Jika dirasa cocok maka untuk menggunakan software tata tertib siswa sekolah formal harus membeli lisensi sesuai harga yang ditetapkan.
Tidak diperkenankan menggunakan versi bajakan software tata tertib siswa sekolah formal baik itu bobol kode aktivasi software tata tertib siswa sekolah formal, jebol kode aktivasi software tata tertib siswa sekolah formal, crack software tata tertib siswa sekolah formal atau cracking software tata tertib siswa sekolah formal, hack software tata tertib siswa sekolah formal atau hacking software tata tertib siswa sekolah formal, sniffing software tata tertib siswa sekolah formal, unpack, ollydebug reverse enginering, keygen software tata tertib siswa sekolah formal.
Jadi untuk mencoba software tata tertib siswa sekolah formal bisa download gratis, untuk menggunakan harus membeli lisensi.



















TATA TERTIB SISWA DAN KEDISIPLINAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DAN IKLIM SEKOLAH FORMAL
Tata Tertib Siswa dan kedisiplinan sangat penting artinya dalam mewujudkan budaya dan iklim sekolah formal yang kondusif melalui penciptaan kedisiplinan belajar. Penelitian Moedjiarto (1990) mengungkapkan bahwa karakteristik tata tertib siswa dan kebijakan disiplin sekolah formal memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi akademik siswa. Pada dasarnya tata tertib siswa dan disiplin merupakan harapan yang dinyatakan secara eksplisit yang mengandung peraturan tertulis mengenai perilaku siswa yang dapat diterima, prosedur disiplin, dan sanksisanksinya (ESCN, 1987 seperti dikutip oleh Moedjiarto, 1990). Witte dan Walsh (1990) mengemukakan dua dimensi penting kedisiplinan yang dilaksanakan dalam sekolah formal efektif, yaitu: (1) persetujuan kepala sekolah formal dan guru terhadap kebijakan disiplin sekolah formal, dan (2) dukungan yang diberkan kepada guru bilamana mereka melaksanakan peraturan disiplin sekolah formal.

Disiplin sebenarnya bukan hanya sekedar aturan yang harus ditaati guna merubah perilaku siswa di sekolah formal dan bukan sekedar sarana yang dipergunakan guna mencapai tujuan, tetapi lebih dari itu guna membentuk mental disiplin kepada siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan strategi menciptakan kondisi sekolah formal yang dapat membuat semua personil sekolah formal guna taat dan patuh secara sadar guna mengikuti tata tertib siswa yang ada disekolah formal tersebut. Misalnya tata tertib siswa guna masuk sekolah formal jam 07.0007.15. San bila melewati jam tersebut pintu gerbang sekolah formal ditutup rapat, siapapun tidak diperbolehkan guna masuk ke lingkungan sekolah formal andai terlambat, kecuali tamu yang akan berkunjung kesekolah formal atau ada hal lain yang mendesak sehingga pintu gerbang sekolah formal dapat dibuka. Aturan itu harus konsisten dilaksanakan dan diberlakukan kepada semua personil sekolah formal termasuk guru, staf dan kepala sekolah formal. Indikatorindikator yang perlu diperhatikan dalam menegakkan tata tertib siswa dan kedisiplinan terdiri dari tiga kegiatan pokok, ialah penyusunan tata tertib siswa, sosialisasi tata tertib siswa, dan penegakan tata tertib siswa.
A. Penyusunan Tata Tertib Siswa
Beberapa pedoman umum dalam menyusun tata tertib siswa sekolah formal dikemukakan sebagai berikut.
Penyusunan tata tertib siswa melibatkan atau mengakomodasi aspirasi siswa dan aspirasi orangtua siswa yang dianggap sesuai dengan visi dan misi sekolah formal.
Semua aturan disiplin dan tatatertib yang berkaitan dengan apa yang dikehendaki, dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan beserta sanksi atas pelanggarannya, merupakan hasil kompromi semua pihak (siswa, orangtua, guru, guru pembimbing, dan kepala sekolah formal).
Penyusunan tata tertib siswa harus didasarkan pada komitmen yang kuat antara semua unsur dan komponen sekolah formal dan konsisten dengan peraturan dan tata tertib siswa yang berlaku.
Tata Tertib Siswa sekolah formal hendaknya tetap memberi ruang guna pengembangan kreativitas warga sekolah formal dalam mengespresikan diri dan mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimilikinya. Jika perlu diciptakan satu hari tertentu di mana pada hari itu siswa diberikan kesempatan guna berkreasi atau memberi saran kepada guru, pegawai dan kepala sekolah formal dalam rangka pengembangan sekolah formal.
Tata Tertib Siswa sekolah formal jangan hanya diciptakan berupa konsep yang harus dipatuhi oleh warga sekolah formal dengan sanksi yang sangat jelas yang dapat membuat aturan menjadi kaku, tetapi bagaimana mengkondisikan sekolah formal yang dapat membuat orang guna tidak melakukan pelanggaran.
Tata Tertib Siswa yang ada jangan sampai hanya dilakukan guna menertibkan warga sekolah formal dari segi nyata saja, tetapi juga guna membentuk mental disiplin agar disiplin yang terjadi bukan kedisiplinan semu yang dilakukan karena takut menerima sanksi, tetapi lebih kepada kesadaran bahwa tata tertib siswa itu memiliki nilai kebenaran sehingga perlu guna ditaati.
Aturan disiplin dan tata tertib siswa beserta sanksisanksinya terutama diarahkan guna membangun budaya perilaku positif dan sikap disiplin di kalangan siswa (selfdicipline) dan warga sekolah formal lainnya. Di SD, sasaran seperti ini dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran pembiasaan pada kelaskelas awal.
Aturan disiplin dan tata tertib siswa beserta sanksisanksinya hendaknya tetap memberi ruang bagi berkembangnya kreativitas dan sikap kritis warga sekolah formal. Untuk siswa misalnya, perlu ada kesepakatan mengenai batas wajar tentang perilaku yang dapat dikategorikan nakal atau melanggar tata tertib siswa.
Format penyusunan aturan disiplin dan tata tertib siswa dapat diciptakan dalam berbagai bentuk. Contoh model yang dapat dipergunakan guna siswa adalah model penambahan skor dan pengurangan skor:
§ Model penambahan skor. Dalam model ini, ditetapkan skor denda maksimum, misalnya 100 poin, sebagai batas toleransi. Siswa yang mencapai skor 100 akan terancam dikeluarkan dari sekolah formal.
§ Model pengurangan skor. Dalam model ini setiap siswa diberi skor modal awal, misalnya 100 poin. Setiap pelanggaran akan berakibat pengurangan skor, dan siswa yang mencapai skor nihil akan terancam dikeluarkan dari sekolah formal.
Dalam model seperti yang disebutkan di atas, yang perlu diperhatikan ialah konsekuensi yang muncul dari setiap penambahan dan/atau pengurangan skor. Jangan sampai, mental disiplin yang tertarik ditanamkan menjadi hilang karena terlalu fokus pada skor yang ada.
Aturan disiplin dan tata tertib siswa beserta sanksisanksinya diciptakan dalam bentuk tertulis dan disahkan oleh kepala sekolah formal, agar semua pihak mengetahui dan memahami setiap butir aturan disiplin tersebut.
Selain peraturan tentang pemberian sanksi, sekolah formal juga dapat membuat peraturan tentang pemberian penghargaan kepada warga sekolah formal guna memotivasi mereka mentaati disiplin dan tata tertib siswa sekolah formal.
B. Sosialisasi Tata Tertib Siswa
Pelaksanaan tata tertib siswa sekolah formal sangat tergantung pada pemahaman pihakpihak terkait terhadap tata tertib siswa yang disusun. Karena itu sosialisasi tata tertib siswa perlu dilakukan guna memastikan bahwa semua pihak memahami dengan baik isi tata tertib siswa tersebut. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam melaksanakan sosialisasi tata tertib siswa dikemukakan berikut ini.
Aturan disiplin dan tata tertib siswa yang sudah disusun, disepakati dan disahkan kepala sekolah formal hendaknya disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh warga sekolah formal, dalam hal ini siswa, guru, orangtua siswa, pegawai, dan pengurus komite sekolah formal. Sekolah Formal perlu memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang sama tentang butirbutir tata tertib siswa yang sudah disepakati dan disahkan tersebut. Sosialisasi guna orang tua siswa dan pengurus komite sekolah formal dapat dilakukan dengan strategi mengirimkan tata tertib siswa yang sudah diciptakan dalam bentuk tertulis kepada mereka.
Butirbutir tata tertib siswa sekolah formal dapat diciptakan dalam bentuk poster afirmasi yang dipajang di majalah dinding sekolah formal dan/atau lokasilokasi strategis di lingkungan sekolah formal agar dapat senantiasa dilihat, dibaca dan dipahami oleh seluruh warga sekolah formal.
C. Penegakan Tata Tertib Siswa
Kegiatan terpenting dalam menguji efektivitas tata tertib siswa ialah pada pelaksanaannya. Di sini terkait dengan sejauh mana upaya pihak sekolah formal dalam menegakkan tata tertib siswa yang sudah disusun. Sebab betapapun baiknya tata tertib siswa tapi andai tidak ditegakkan secara konsekuen maka tidak akan banyak artinya dalam pengembangan budaya dan iklim sekolah formal. Beberapa pertimbangan dalam penegakan tata tertib siswa dikemukakan berikut ini.
Disiplin dan tata tertib siswa sekolah formal berlaku guna semua unsur yang ada disekolah formal tidak terkecuali kepala sekolah formal ataupun guru dan staf harus patuh dan taat pada peraturan sekolah formal yang berlaku dan menjadi komitmen yang kuat dan mengikat.
Sikap, perilaku, dan tindakan kepala sekolah formal, guru, dan warga sekolah formal lainnya, hendaknya menjadi model dan teladan bagi penegakan perilaku tertib dan disiplin di sekolah formal.
Memberikan penghargaan sebagai teladan kepada guru, siswa dan staf yang tidak pernah melakukan pelanggaran selama kurun waktu tertentu dan diumumkan secara aklamasi pada saat pelaksanaan upacara.
Penegakan disiplin dilakukan secara bertahap kepada semua unsur yang ada disekolah formal mulai dari peringatan, teguran, percobaan, penundaan, demosi dan PHK atau dikeluarkan sampai masalah itu terpecahkan atau dihilangkan.
Terhadap pelanggaranpelanggaran, dengan cepat dilakukan tindakan kedisiplinan.
Penegakan tata tertib siswa terutama difokuskan pada upaya membantu siswa dan semua warga sekolah formal guna menyesuaikan diri dengan setiap butir dalam aturan tatatertib tersebut.
Penjatuhan hukuman (eksekusi) atas pelanggaran tatatertib hendaknya disertai dengan penjelasan mengenai alasan dan maksud positif dari pengambilan tindakan tersebut. Siswa yang menerima sanksi harus dibantu memahami dan menerima bentuk sanksi tersebut sebagai bentuk intervensi bagi kebaikan yang bersangkutan.
Sanksi penegakan tatatertib sekolah formal dilakukan kepala sekolah formal atau wakil kepala sekolah formal urusan kesiswaan. Demi efektitas layanan BK di sekolah formal guru pembimbing diharapkan tidak ditugaskan guna pemberian sanksi terhadap siswa.
Penegakan tatatertib merupakan bagian dan terintegrasi dengan upaya membangun budaya perilaku etik dan sikap disiplin, baik di lingkungan internal sekolah formal maupun di lingkungan luar sekolah formal.
Ada konsistensi/kesepakatan di antara para guru dan kepala sekolah formal mengenai prosedurprosedur dan bentuk hukuman bagi siswa pelannggar disiplin dan tata tertib siswa,
Eksekusi terhadap pelanggar tatatertib berat, khususnya yang berkonsekuensi skorsing atau pemecatan, ditetapkan melalui pertemuan konferensi kasus (caseconference) yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, konselor sekolah formal, pengurus OSIS, dan wakil komite sekolah formal.
Eksekusi terhadap pelanggar tatatertib berat yang berkonsekuensi skorsing atau pemecatan dilakukan oleh kepala sekolah formal setelah semua upaya persuasi guna perbaikan perilaku sudah dilakukan secara maksimal.
Penghargaan dapat diberikan kepada warga sekolah formal dalam rangka penegakan tata tertib siswa sekolah formal seperti pemberian reward kepada mereka yang tidak pernah melakukan pelanggaran selama tiga bulan, satu semester sampai satu tahun.
Orangtua siswa perlu diberikan pemhamanan tentang kebijakana sekolah formal tentang kedisiplinan agar orang tua merasa dihargai dan dilibatkan sehingga dapat memberikan dukungan terhadap dukungan pelaksanaan tata tertib siswa sekolah formal.

SOFTWARE TATA TERTIB SISWA SEKOLAH FORMAL

Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us

About Us

Advertisment

Like Us

© Aplikasi Tata Tertib Termurah All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates