Kamis, 04 Agustus 2016

| SOFTWARE POIN PELANGGARAN SEKOLAH FORMAL

SOFTWARE POIN PELANGGARAN SEKOLAH FORMAL + SMS KE ORANG TUA WALI MURID OTOMATIS

SOFTWARE POIN PELANGGARAN SEKOLAH FORMAL + SMS KE ORANG TUA WALI MURID OTOMATIS

SOFTWARE POIN PELANGGARAN SEKOLAH FORMAL
Software Poin Pelanggaran SEKOLAH FORMAL terdefinisi perangkat lunak yang berfungsi diperuntukkan kebutuhan di bagian administrasi poin pelanggaran siswa yang memuat dari menu-menu diperuntukkan merekam pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh siswa dengan berbagai menu-menu lain yang menyertainya dan telah support sms gatewai diperuntukkan sms otomasi ke orang tua, wali kelas, dan siswa juka terjadi pelanggaran.
Berikut ini itu adalah fitur-fitur yang tersedia:

TATA TERTIB 
Digunakan diperuntukkan merekam pelanggaran siswa. Kronologinya: Data siswa yang melanggar poin pelanggaran diketikkan nomor induknya maka otomasi akan muncul data detail siswa tersebut dan saldo poin siswa juga akan muncul. Lalu dimasukkan kode pelanggarannya, maka penjelasan pelanggaran, jumlah pelanggaran dalam satu kategori, jumlah pelanggaran keseluruhan dan saldo poin baru siswa akan nampak. Lalu disimpan, maka data pelanggaran siswa tersebut akan tercatat dalam database yang dapat dicetak dalam bentuk laporan maupun dalam bentuk lembaran nota. Data dapat dieksport ke Ms Excel. Jika di komputer/laptop tersebut dipasang modem diperuntukkan sms gatewai, maka akan tanpa harus dikendalikan manual sms data pelanggaran ke siswa, wali kelas dan orang tua.

Contoh SMS:

+6285646585000
SMKN1KotaAnda
11-01-2016 11:11:01

01189/00081.064
Aditya Annan

P1.1
Datang terlambat dari

P1.1X
Diberi peringatan oleh
Poin:5
Saldo Poin:5

Jika nomor HP siswa, wali kelas, orang tua terdata di database, maka sms tersebut dikirim 3 kali ke masing-masing pihak tersebut.
CEK SALDO POIN
Siswa, orang tua, wali kelas atau siapapun dapat dengan mudah cek saldo poin siswa cukup dengan sms ke nomor hp server poin pelanggaran. Formatnya adalah:

CEKPOIN#noinduk
atau
POIN#noinduk
Misal, seseorang tertarik mengetahui saldo poin dengan nomor induk: 01202/00094.064
Maka sms-nya itu adalah sebagai berikut: cekpoin#01202/00094.064 atau poin#01202/00094.064
Contoh balasan sms-nya itu adalah sebagai berikut:

+6285646585000
SMKN 1KotaAnda
11-01-2016 11:38:18

NIS: 01202/00094.064
Nama: AUDY CHOIRUZ ZAMANI
Saldo Poin: 5

Link download: http://indoaplikasi.com/software/software-tata-tertib-sekolah-(tatib-1a).zip
Link informasi produk: http://indoaplikasi.com/software-tata-tertib-sekolah-(tatib-1a).php




VIDEO SOFTWARE POIN PELANGGARAN SEKOLAH FORMAL























































Free Download gratis software poin pelanggaran sekolah formal program aplikasi database versi trial percobaan belum full version bukan bajakan crack patch keygen hack sniffing bobol jebol kode aktivasi serial number.
Artinya begini:
software poin pelanggaran sekolah formal yang kami sediakan bisa didownload versi trialnya secara gratis tanpa kami kenakan biaya.
Versi trial software poin pelanggaran sekolah formal hanya untuk percobaan apakah menu yang ada sesuai apa tidak dengan kebutuhan.
Jika dirasa cocok maka untuk menggunakan software poin pelanggaran sekolah formal harus membeli lisensi sesuai harga yang ditetapkan.
Tidak diperkenankan menggunakan versi bajakan software poin pelanggaran sekolah formal baik itu bobol kode aktivasi software poin pelanggaran sekolah formal, jebol kode aktivasi software poin pelanggaran sekolah formal, crack software poin pelanggaran sekolah formal atau cracking software poin pelanggaran sekolah formal, hack software poin pelanggaran sekolah formal atau hacking software poin pelanggaran sekolah formal, sniffing software poin pelanggaran sekolah formal, unpack, ollydebug reverse enginering, keygen software poin pelanggaran sekolah formal.
Jadi untuk mencoba software poin pelanggaran sekolah formal bisa download gratis, untuk menggunakan harus membeli lisensi.



















POIN PELANGGARAN DAN KEDISIPLINAN DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA DAN IKLIM SEKOLAH FORMAL
Poin Pelanggaran dan kedisiplinan sangat penting artinya dalam mewujudkan budaya dan iklim sekolah formal yang kondusif melalui penciptaan kedisiplinan belajar. Penelitian Moedjiarto (1990) mengungkapkan bahwa karakteristik poin pelanggaran dan kebijakan disiplin sekolah formal memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi akademik siswa. Pada dasarnya poin pelanggaran dan disiplin merupakan harapan yang dinyatakan secara eksplisit yang mengandung peraturan tertulis mengenai perilaku siswa yang dapat diterima, prosedur disiplin, dan sanksisanksinya (ESCN, 1987 seperti dikutip oleh Moedjiarto, 1990). Witte dan Walsh (1990) mengemukakan dua dimensi penting kedisiplinan yang dilaksanakan dalam sekolah formal efektif, yaitu: (1) persetujuan kepala sekolah formal dan guru terhadap kebijakan disiplin sekolah formal, dan (2) dukungan yang diberkan kepada guru bilamana mereka melaksanakan peraturan disiplin sekolah formal.

Disiplin sebenarnya bukan hanya sekedar aturan yang harus ditaati diperuntukkan merubah perilaku siswa di sekolah formal dan bukan sekedar sarana yang dimanfaatkan diperuntukkan mencapai tujuan, tetapi lebih dari itu diperuntukkan membentuk mental disiplin kepada siswa. Hal ini dapat dilakukan dengan metode menciptakan kondisi sekolah formal yang dapat membuat semua personil sekolah formal diperuntukkan taat dan patuh secara sadar diperuntukkan mengikuti poin pelanggaran yang ada disekolah formal tersebut. Misalnya poin pelanggaran diperuntukkan masuk sekolah formal jam 07.0007.15. San bila melewati jam tersebut pintu gerbang sekolah formal ditutup rapat, siapapun tidak diperbolehkan diperuntukkan masuk ke lingkungan sekolah formal seandainya saja terlambat, kecuali tamu yang akan berkunjung kesekolah formal atau ada hal lain yang mendesak sehingga pintu gerbang sekolah formal dapat dibuka. Aturan itu harus konsisten dilaksanakan dan diberlakukan kepada semua personil sekolah formal termasuk guru, staf dan kepala sekolah formal. Indikatorindikator yang perlu diperhatikan dalam menegakkan poin pelanggaran dan kedisiplinan meliputi tiga kegiatan pokok, terdefinisi penyusunan poin pelanggaran, sosialisasi poin pelanggaran, dan penegakan poin pelanggaran.
A. Penyusunan Poin Pelanggaran
Beberapa pedoman umum dalam menyusun poin pelanggaran sekolah formal dikemukakan sebagai berikut.
Penyusunan poin pelanggaran melibatkan atau mengakomodasi aspirasi siswa dan aspirasi orangtua siswa yang dianggap sesuai dengan visi dan misi sekolah formal.
Semua aturan disiplin dan tatatertib yang berkaitan dengan apa yang dikehendaki, dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan beserta sanksi atas pelanggarannya, merupakan hasil kompromi semua pihak (siswa, orangtua, guru, guru pembimbing, dan kepala sekolah formal).
Penyusunan poin pelanggaran harus didasarkan pada komitmen yang kuat antara semua unsur dan komponen sekolah formal dan konsisten dengan peraturan dan poin pelanggaran yang berlaku.
Poin Pelanggaran sekolah formal hendaknya tetap memberi ruang diperuntukkan pengembangan kreativitas warga sekolah formal dalam mengespresikan diri dan mengembangkan potensi dan kompetensi yang dimilikinya. Jika perlu diciptakan satu hari tertentu di mana pada hari itu siswa diberikan kesempatan diperuntukkan berkreasi atau memberi saran kepada guru, pegawai dan kepala sekolah formal dalam rangka pengembangan sekolah formal.
Poin Pelanggaran sekolah formal jangan hanya diciptakan berupa konsep yang harus dipatuhi oleh warga sekolah formal dengan sanksi yang sangat jelas yang dapat membuat aturan menjadi kaku, tetapi bagaimana mengkondisikan sekolah formal yang dapat membuat orang diperuntukkan tidak melakukan pelanggaran.
Poin Pelanggaran yang ada jangan sampai hanya dilakukan diperuntukkan menertibkan warga sekolah formal dari segi nyata saja, tetapi juga diperuntukkan membentuk mental disiplin agar disiplin yang terjadi bukan kedisiplinan semu yang dilakukan karena takut menerima sanksi, tetapi lebih kepada kesadaran bahwa poin pelanggaran itu memiliki nilai kebenaran sehingga perlu diperuntukkan ditaati.
Aturan disiplin dan poin pelanggaran beserta sanksisanksinya terutama diarahkan diperuntukkan membangun budaya perilaku positif dan sikap disiplin di kalangan siswa (selfdicipline) dan warga sekolah formal lainnya. Di SD, sasaran seperti ini dapat diintegrasikan dalam mata pelajaran pembiasaan pada kelaskelas awal.
Aturan disiplin dan poin pelanggaran beserta sanksisanksinya hendaknya tetap memberi ruang bagi berkembangnya kreativitas dan sikap kritis warga sekolah formal. Untuk siswa misalnya, perlu ada kesepakatan mengenai batas wajar tentang perilaku yang dapat dikategorikan nakal atau melanggar poin pelanggaran.
Format penyusunan aturan disiplin dan poin pelanggaran dapat diciptakan dalam berbagai bentuk. Contoh model yang dapat dimanfaatkan diperuntukkan siswa terdefinisi model penambahan skor dan pengurangan skor:
§ Model penambahan skor. Dalam model ini, ditetapkan skor denda maksimum, misalnya 100 poin, sebagai batas toleransi. Siswa yang mencapai skor 100 akan terancam dikeluarkan dari sekolah formal.
§ Model pengurangan skor. Dalam model ini setiap siswa diberi skor modal awal, misalnya 100 poin. Setiap pelanggaran akan berakibat pengurangan skor, dan siswa yang mencapai skor nihil akan terancam dikeluarkan dari sekolah formal.
Dalam model seperti yang disebutkan di atas, yang perlu diperhatikan terdefinisi konsekuensi yang muncul dari setiap penambahan dan/atau pengurangan skor. Jangan sampai, mental disiplin yang tertarik ditanamkan menjadi hilang karena terlalu fokus pada skor yang ada.
Aturan disiplin dan poin pelanggaran beserta sanksisanksinya diciptakan dalam bentuk tertulis dan disahkan oleh kepala sekolah formal, agar semua pihak mengetahui dan memahami setiap butir aturan disiplin tersebut.
Selain peraturan tentang pemberian sanksi, sekolah formal juga dapat membuat peraturan tentang pemberian penghargaan kepada warga sekolah formal diperuntukkan memotivasi mereka mentaati disiplin dan poin pelanggaran sekolah formal.
B. Sosialisasi Poin Pelanggaran
Pelaksanaan poin pelanggaran sekolah formal sangat tergantung pada pemahaman pihakpihak terkait terhadap poin pelanggaran yang disusun. Karena itu sosialisasi poin pelanggaran perlu dilakukan diperuntukkan memastikan bahwa semua pihak memahami dengan baik isi poin pelanggaran tersebut. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam melaksanakan sosialisasi poin pelanggaran dikemukakan berikut ini.
Aturan disiplin dan poin pelanggaran yang telah disusun, disepakati dan disahkan kepala sekolah formal hendaknya disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh warga sekolah formal, dalam hal ini siswa, guru, orangtua siswa, pegawai, dan pengurus komite sekolah formal. Sekolah Formal perlu memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang sama tentang butirbutir poin pelanggaran yang telah disepakati dan disahkan tersebut. Sosialisasi diperuntukkan orang tua siswa dan pengurus komite sekolah formal dapat dilakukan dengan metode mengirimkan poin pelanggaran yang telah diciptakan dalam bentuk tertulis kepada mereka.
Butirbutir poin pelanggaran sekolah formal dapat diciptakan dalam bentuk poster afirmasi yang dipajang di majalah dinding sekolah formal dan/atau lokasilokasi strategis di lingkungan sekolah formal agar dapat senantiasa dilihat, dibaca dan dipahami oleh seluruh warga sekolah formal.
C. Penegakan Poin Pelanggaran
Kegiatan terpenting dalam menguji efektivitas poin pelanggaran terdefinisi pada pelaksanaannya. Di sini terkait dengan sejauh mana upaya pihak sekolah formal dalam menegakkan poin pelanggaran yang telah disusun. Sebab betapapun baiknya poin pelanggaran tapi seandainya saja tidak ditegakkan secara konsekuen maka tidak akan banyak artinya dalam pengembangan budaya dan iklim sekolah formal. Beberapa pertimbangan dalam penegakan poin pelanggaran dikemukakan berikut ini.
Disiplin dan poin pelanggaran sekolah formal berlaku diperuntukkan semua unsur yang ada disekolah formal tidak terkecuali kepala sekolah formal ataupun guru dan staf harus patuh dan taat pada peraturan sekolah formal yang berlaku dan menjadi komitmen yang kuat dan mengikat.
Sikap, perilaku, dan tindakan kepala sekolah formal, guru, dan warga sekolah formal lainnya, hendaknya menjadi model dan teladan bagi penegakan perilaku tertib dan disiplin di sekolah formal.
Memberikan penghargaan sebagai teladan kepada guru, siswa dan staf yang tidak pernah melakukan pelanggaran selama kurun waktu tertentu dan diumumkan secara aklamasi pada saat pelaksanaan upacara.
Penegakan disiplin dilakukan secara bertahap kepada semua unsur yang ada disekolah formal mulai dari peringatan, teguran, percobaan, penundaan, demosi dan PHK atau dikeluarkan sampai masalah itu terpecahkan atau dihilangkan.
Terhadap pelanggaranpelanggaran, dengan cepat dilakukan tindakan kedisiplinan.
Penegakan poin pelanggaran terutama difokuskan pada upaya membantu siswa dan semua warga sekolah formal diperuntukkan menyesuaikan diri dengan setiap butir dalam aturan tatatertib tersebut.
Penjatuhan hukuman (eksekusi) atas pelanggaran tatatertib hendaknya disertai dengan penjelasan mengenai alasan dan maksud positif dari pengambilan tindakan tersebut. Siswa yang menerima sanksi harus dibantu memahami dan menerima bentuk sanksi tersebut sebagai bentuk intervensi bagi kebaikan yang bersangkutan.
Sanksi penegakan tatatertib sekolah formal dilakukan kepala sekolah formal atau wakil kepala sekolah formal urusan kesiswaan. Demi efektitas layanan BK di sekolah formal guru pembimbing diharapkan tidak ditugaskan diperuntukkan pemberian sanksi terhadap siswa.
Penegakan tatatertib merupakan bagian dan terintegrasi dengan upaya membangun budaya perilaku etik dan sikap disiplin, baik di lingkungan internal sekolah formal maupun di lingkungan luar sekolah formal.
Ada konsistensi/kesepakatan di antara para guru dan kepala sekolah formal mengenai prosedurprosedur dan bentuk hukuman bagi siswa pelannggar disiplin dan poin pelanggaran,
Eksekusi terhadap pelanggar tatatertib berat, khususnya yang berkonsekuensi skorsing atau pemecatan, ditetapkan melalui pertemuan konferensi kasus (caseconference) yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, konselor sekolah formal, pengurus OSIS, dan wakil komite sekolah formal.
Eksekusi terhadap pelanggar tatatertib berat yang berkonsekuensi skorsing atau pemecatan dilakukan oleh kepala sekolah formal setelah semua upaya persuasi diperuntukkan perbaikan perilaku telah dilakukan secara maksimal.
Penghargaan dapat diberikan kepada warga sekolah formal dalam rangka penegakan poin pelanggaran sekolah formal seperti pemberian reward kepada mereka yang tidak pernah melakukan pelanggaran selama tiga bulan, satu semester sampai satu tahun.
Orangtua siswa perlu diberikan pemhamanan tentang kebijakana sekolah formal tentang kedisiplinan agar orang tua merasa dihargai dan dilibatkan sehingga dapat memberikan dukungan terhadap dukungan pelaksanaan poin pelanggaran sekolah formal.

| SOFTWARE POIN PELANGGARAN SEKOLAH FORMAL

Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow Us

About Us

Advertisment

Like Us

© Aplikasi Tata Tertib Termurah All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates Published.. Blogger Templates